Sektor Konstruksi adalah salah satu sektor andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan selalu dituntut untuk tetap meningkatkan kontribusinya melalui tolak ukur terhadap PDB nasional. Hal ini merupakan tantangan berat, mengingat perekonomian global saat ini sedang dilanda krisis yang dikhawatirkan akan berdampak pada meningkatnya biaya proses produksi infrastruktur serta menurunnya likuiditas perbankan (yang menyebabkan sulitnya perolehan kredit, termasuk permodalan dan penjaminan). Iklim usaha jasa konstruksi yang kondusif dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain melalui dukungan regulasi pemerintah, kebijakan-kebijakan sektoral, good governance, struktur usaha, komposisi besaran market supply and demand dan pertumbuhan ekonomi. (Asmoeadji, 2009)

Sektor Property (konstruksi dan bangunan) telah tumbuh menjadi industri yang terbesar. Bangunan mencerminkan ‘share’ yang besar dari asset individu, organisasi dan bangsa. Sektor ini merupakan penyedia pekerjaan, bahan bangunan dan proses konstruksi, serta juga memiliki dampak terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja konstruksi dan orang-orang yang tinggal dan bekerja di bangunan (Hatta, 2011). Dewasa ini, gedung pemerintah dan bangunan komersial, serta rumah tinggal dituntut memenuhi berbagai persyaratan untuk memenuhi faktor keamanan, kenyamanan dan ketahanan serta efisiensi penggunaan energi dan penataan lingkungan untuk mempermudah integrasi dengan jaringan ICT maupun kemudahan akses transpotasi. Untuk mengantisipasi perkembangan pasar bebas dalam industri konstruksi maka industri jasa konstruksi di Indonesia perlu meningkatkan kualitas produknya sebagai strategi bisnis agar tetap eksis dan kompetitif. Karena dengan meningkatnya kualitas produk atau jasa, diharapkan kebutuhan dan harapan konsumen dapat terpenuhi, sehingga kepuasan konsumen dapat tercapai (Arif, 1999).

Untuk dapat mempertahankan konsumen dan membuat konsumen loyal, PT. Amanah Sultra Group memerlukan komitmen, baik dana maupun sumber daya manusia yang tujuannya agar produk yang ditawarkan sesuai dengan keinginan konsumen sehingga dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Kualitas produk suatu bangunan rumah tinggal menjadi salah satu hal yang harus dipenuhi agar produk tersebut dapat dipercaya oleh konsumen. Kualitas bangunan menjadi penting karena menyangkut keselamatan penghuni rumah tinggal pada saat digunakan oleh konsumen.

Kualitas merupakan sebuah kebutuhan utama dalam sebuah proyek konstruksi Khususnya Property. Kualitas saat ini sudah tidak lagi diartikan sebagai sebuah pengertian tradisional dimana 3 sebagai suatu pemenuhan (reconformance) terhadap suatu persyaratan, melainkan dikaitkan sebagai suatu produk/hasil yang dapat memuaskan konsumen. Ketika proyek konstruksi berlangsung, berbagai tahapan proses yang dilalui seperti inisiasi (inisiating), perencanaan (planning), pengerjaan/pelaksanaan (executing), pengontrolan (controlling), dan penutupan (closing) tidak luput dari sebuah penjagaan kualitas (management quality) agar dapat menghasilkan output yang optimal. Tahapan dalam penjagaan sebuah kualitas agar tetap berada pada sebuah standar baku yang telah ditetapkan, menjadi sebuah penekanan terpenting dalam keberlangsungan sebuah proyek konstruksi Property

Property Unggulan Sulawesi Tenggara :

  • PT. AMANAH SULTRA
  • PT. ZAM-ZAM SULTRA
  • PT. WIRA PERDANA JAYA TIGA
  • PT. GHEZZ PATOMBONG PERKASA
  • PT. PRATAMA INDO BUMI CELEBES
  • PT. HARJAH KUSUMA PUTRA
  • PT. SINAR MASOR MANDIRI
  • PT. WILMAR KOLISUSU WABIA